Kenapa sih ya tiap mau nulis sesuatu bawaannya nunda-nunda melulu?
Dua minggu yang lalu itu ultah perkawinan ceritanya. Ya biasa aja juga sih, kita tadinya nyaris ngga ada yang inget, zzzzz... Kalo ngomongin kawinan pasti resepsi pernikahannya yang selalu diinget sepanjang masa sama tamu-tamu yang dateng. Kalo ketemu sodara komennya pasti always selalu: "OH YANG NIKAHNYA WAKTU ITU UJAN-UJAN YA??". Udah awalnya ujan, full outdoor pula, berasa abis bajak sawah! Mereka yang membesarkan hati justru temen-temen chinese yang dengan berbinar-binar bilang, "berkah ini ujan, berkah!", mayan lah ya sebagai pelipur lara.. *tatapan nanar ke awan*
![]() |
kelingking melenting |
Anyway baidewey busway, kayaknya saya selama ini ngga pernah nulis cinta-cintaan ya. Kenapa? Karena kalo baca cerita cinta-cintaan orang lain itu kok rasanya bosenin banget. Hahahaha... Papah bolo-bolo, mamah bolo-bolo... Kok jadi nyaingin legenda ular putih yang notabene disitu pemeran cowoknya adalah perempuan. Dalam hati selalu bilang "masa siiih...", "yakin tuh diem-diem ngga nyimpen cewe lain?", "ini lakinya romantis apa gay terselubung ya?", dan komen jahat lainnya. Udeeeh pada ngaku ajeee, sering kan mikir begono! (apa gua doang?). Emak saya selalu bilang, laki yang mulutnya pedes (dalam arti kata jujur) selalu lebih baik daripada yang mulutnya manis (tapi berbisa). Dosen saya juga pernah bilang dalam kuliahnya, yang namanya pasangan saling melengkapi itu salah besar, karena jika salah satu pasangan tidak ada maka dia akan limbung, cacat, tidak mandiri. Sesungguhnya yang paling baik adalah mereka yang mampu untuk menerima apa adanya dari pasangan mereka. AMEN!